MENITIPKAN NILAI PANCASILA PADA IBU INDONESIA

PCTA INDONESIA – Memiliki peran penting dalam keluarga, nyatanya ibu menjadi sosok  yang dapat membangun ketahanan bangsa Indonesia. Bagaimana tidak, melalui berbagai aktivitas yang menjadi kewajiban sehari-hari di rumah, ibu dapat menjaga nilai pancasila baik untuk anak-anaknya maupun lingkungan sekitar.

Hal ini disampaikan dalam kegiatan sarasehan dan dialog kebangsaan yang digelar Departemen Perananan Perempuan Persaudaraan Cinta Tanah Air (PCTA) Indonesia yang bekerjasama dengan PCTA-Indonesia DPC Banyumas dalam rangka mensyukuri hari ibu ke-90 tahun 2018. Dijiwai Manunggalnya Keimanan dan Kemanusian, dialog ini berjalan sukses dengan tema “Perjuangan Ibu Menjaga Pancasila di Rumah Kita & Peranan Perempuan Dalam Membangun Ketahanan Bangsa dan Negara”.

“Ibu dalam berbagai hal yakni karier, urusan rumah tangga juga kodrat alami sebagai ibu. Melalui perannya dengan mendidik putra-putri kita didalam aktifitas keseharian, misal ketika anak bangun dari tidur kita ajak ananda untuk berdo’a kepada Allah SWT. Ketika akan melakukan aktifitas, belajar, bermain dan lainnya kita mengajarkan untuk mengawalinya dengan doa maka sudah merupakan pengamalan sila pertama pancasila,” ujar Ketua DPC Purwakarta PCTA Indonesia, Bapak Untung Anas Rosadi.

Secara tak langsung, ibu berperan penting untuk menanamkan nilai-nilai pancasila dalam keluarga. Bapak Anas menambahkan, tak hanya melalui keluarga, di lingkungan sekitar, sosok ibu-ibu Indonesia sebenarnya juga mengimplementasikan nilai pancasila lainnya dalam kegiatan sosial, seperti membantu tetangga yang sedang sakit. Selanjutnya, ibu akan mengajarkan pada anaknya untuk saling tolong-menolong pada sesama. 

“Misal ada teman sekolah yang pencilnya sudah rusak, ibu akan menyuruh anak untuk meminjami atau memmberikannya dan hal ini sudah mengamalkan sila kedua. Ada lagi saat hari libur kita ajak putra-putri kita berbagi tugas pekerjaan rumah kita untuk membersihkan rumah dengan gotong-royong ini juga sudah mengamalkan sila ketiga,” tandasnya.

Contoh sederhana lain saat musyawarah dalam menentukan masakan di rumah. Ibu bersama ayah akan mempraktikkan musyawarah yang benar dengan meminta pendapat pada seluruh anggota keluarga untuk mencari solusi sesuai kebutuhan, maka hal tersebut juga tak lain mengamalkan sila keempat sekaligus kelima. Peranan ibu dalam membangun kesejahteraan di rumah merupakan andil dalam membangun kesejahteraan bangsa.

“Bila tiap-tiap keluarga sejahtera maka RT juga sejahtera. Bila setiap RT sejahtera maka RW juga sejahtera, begitupun desa dan pemerintahan tingkat berikutnya. Intinya bila masing-masing keluarga sejahtera maka Indonesia juga sejahtera nantinya,” beber Bapak Anas.

Rumah tangga diibaratkan suatu negara, maka didalam rumah tangga secara tidak langsung dibutuhkan kesepakatan akan aturan-aturan sesuai impian dan harapan dengan kodrat masing-masing. Bila tidak ada nilai-nilai pancasila di rumah, bisa jadi sesuatu yang tidak diinginkan terjadi. Misalnya, seorang ibu yang mogok masak selama tiga hari, tentu aktivitas dalam rumah tangga akan berantakan.

“Hal inilah sebagai gambaran sosok ibu yang juga senantiasa menyejahterakan. Sekaligus memiliki peranan dalam membangun ketahanan bangsa dan negara,” imbuhnya.

22 Desember yang menjadi peringatan spesial sebagai hari ibu dimaknai mendalam untuk memahami perannya dalam keluarga, termasuk menanamkan nilai-nilai pancasila. Kegiatan dialog kebangsaan PCTA Indonesia ini diselenggarakan di Balai Pertemuan RW IX Desa Klahang Kecamatan Sokaraja Kabupaten Banyumas. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh perwakilan dari Ibu-ibu PPK, perwakilan Dawis, perwakilan dari Organisasi-organisasi Perempuan juga JKPHS dan masyarakat setempat.

Tak hanya itu, dalam rangkaian kegiatan Hari Ibu juga disemarakkan dengan lomba menulis surat dan Puisi bagi anak-anak setingkat SD dan SMP dengan judul Cinta Ibu. Dalam kompetisi tersebut, juara 1 diraih oleh Chalista Asyiah. Awalnya hari ibu diperingati untuk mengenang jasa dan semangat perempuan dalam memperjuangkan dan mengisi kemerdekaan, namun dalam perkembangannya juga untuk jasanya atas tugas yang lebih luas dalam menjaga nilai-nilai pancasila dimulai dari keluarga. (tim)

Tinggalkan Balasan